Teman-teman semua, Merdeka! Merdeka! Merdeka! 66 tahun bangsa kita dianugerahi kemerdekaan. Walau bagaimanapun marilah kita syukuri rahmat kemerdekaan ini. Marilah berdoa untuk kemajuan dan kemerdekaan sepenuhnya bangsa yang kita cinta ini. Semoga Tuhan Yesus Raja Dunia, mendengar doa kita, dan dengan RohNya menggerakkan semakin banyak tokoh dan warga negara memperjuangkan kemerdekaan seutuhnya. Amin.
Teman, aku ini awam masalah politik berbangsa dan bernegara. Tapi kalau ditanya harapan mengenai bangsa Indonesia, aku punya banyak. Diantaranya, aku berharap agar masyarakat bangsa kita yang besar ini semakin cerdas menyikapi keragaman, terutama menyangkut SARA, yang selama ini sering menjadi pemicu konflik horizontal. Sebab jika masyarakat ini tidak cerdas, akan banyak pihak yang sengaja menciptakan konflik berbau SARA baik sebagai pengalih perhatian (menutupi kejahatan besar yang tengah dihadapi pihak tsb) maupun untuk mencari keuntungan pihaknya (popularitas karena pura-pura tampil sebagai pahlawan, dsb). Aku juga berharap keadilan bisa ditegakkan dengan setegak-tegaknya di negeri ini. Keadilan dalam hal ekonomi, pendidikan, termasuk yang utama keadilan Hukum dan HAM. Harapanku yang ketiga adalah semoga semakin banyak tokoh2 politik yang tampil sebagai pribadi yang jujur, terpercaya, dan terampil yang akan memimpin bangsa ini. Tokoh yang telah mengalami pencerahan, terbebas dari nafsu kuasa dan materi.
Terakhir, aku berharap bahwa gereja juga memiliki peranan strategis dalam menciptakan pribadi2 merdeka, pribadi2 yang bebas dari nafsu kuasa dan materi, pribadi yang mampu merasakan perasaan bangsanya, dan pribadi jujur serta cerdas. Kiranya aku juga semakin sadar bahwa aku juga adalah pribadi yang bertanggungjawab untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini secara utuh.
*Permenungan sederhana dari seorang pendeta muda mengenai kemerdekaan bangsa ini. (Sambil menunggu kejelasan kasus M. Nazarudin dan kaitannya dengan pejabat2 yang belum mengalami pencerahan itu.) Horas Indonesia….


