Adalah kenyataan bahwa sebagus apapun kita bekerja dan melakukan sesuatu, tetap saja ada orang yang tidak suka. Namun seperti ungkapan-ungkapan di film2 Barat itu, mengenai komitmen seseorang yang memilih bertahan melakukan yang baik, agaknya saya sangat setuju dengan mereka. Kata mereka “tak ada alasan berhenti melakukan yang baik, karena mereka yang berbuat jahat pun tak henti-hentinya melakukan kejahatan mereka”.
Pun tak semua orang di sekitar kita, mau bersahabat dan bekerja bersama kita dengan hati tulus. Tanpa menghakimi mereka (dan tak perlu menghakimi) bahwa ada juga dari antara mereka yang membina hubungan dengan kita dengan intrik. Ulah mereka tak jarang menjadi ancaman bagi pekerjaan baik kita, bahkan akhir2nya mendatangkan kekecewaan bagi kita.
Waktu akan membuktikan bahwa gaya hidup dengan penuh intrik tak akan bertahan menopang sejarah dunia. Kekaisaran Romawi yang besar itu, akhirnya tumbang juga salah satunya karena banyaknya manusia yang hidup penuh intrik. Saya juga curiga atau waspada, Gereja juga tak akan bertahan jika orang2 di dalamnya penuh intrik pula.
Jadi harus bagaimana? Saya belajar bahwa bekerja dan melakukan sesuatu yang baik dengan hati ikhlas, walau tidak mudah, itulah yang harus tetap dipertahankan. Saya belajar pula, satu orang berhati ikhlas lebih berharga dari seribu orang berhati intrik. Orang2 berhati intrik ini sangat berbahaya. Tapi mereka tak perlu ditakuti secara berlebihan. Dengan hadirnya pribadi2 berhati ikhlas, orang2 berhati intrik itu tidak akan berhasil dengan segala rancangan dan kepentingan busuk mereka. Anggap saja orang2 intrik di sekitar kita itu sebagai penguji atas kesetiaan kita menggunakan hati ikhlas dalam melakukan segala kebaikan. Semangatlah wahai orang2 yang berhati ikhlas.



tetaplah menjadi seorang gembala yg baik,… berpegang teguh pada prinsip & pendirian yg dimiliki,…
Semangat panditanami,
maju trus orang yang tulus..
tibu do hubolus on amang.. baru komen saonari. leleng asa adong muse siboluson, sai pinamanat do nian!
Horas Pandita nami , Tetap semangat dan Iklas dalam pelayanan adalah salah satu ciri dari Gembala yang baik.