Molo Jesus Donganmi BE HKBP

http://www.box.com/embed/zzp4n76386m9j2u.swf

Categories: Renungan | Tinggalkan Komentar

BE HKBP Haholongon Nabadia

http://www.box.com/embed/arh7iafy0dzc16p.swf

Categories: Renungan | Tinggalkan Komentar

Merdeka!

Teman-teman semua, Merdeka! Merdeka! Merdeka! 66 tahun bangsa kita dianugerahi kemerdekaan. Walau bagaimanapun marilah kita syukuri rahmat kemerdekaan ini. Marilah berdoa untuk kemajuan dan kemerdekaan sepenuhnya bangsa yang kita cinta ini. Semoga Tuhan Yesus Raja Dunia, mendengar doa kita, dan dengan RohNya menggerakkan semakin banyak tokoh dan warga negara memperjuangkan kemerdekaan seutuhnya. Amin. Read more »

Categories: Renungan | Tinggalkan Komentar

Thanks God—-

Bagi sebahagian orang, mengucap syukur itu sangat tidak mudah. Termasuk bagiku sebelum ini. Aku melihat di bawah kolong  langit ini banyak ketidakadilan, banyak kekecewaan, banyak kekacauan, banyak kejahatan, banyak kebencian, banyak penderitaan, banyak kesedihan, banyak penyakit, dan banyak kemiskinan. Anda lihat sekarang begitu kompleks alasan-alasan untuk tidak mengucap syukur? Begitulah pola pikirku selama ini. Read more »

Categories: OPINIKU | Tinggalkan Komentar

BAHAN SERMON EPISTEL

MAMPARANGEHON PARANGE HATIURON
EFESUS 5:8-14

1. PATUJOLO
Surat na tinongos ni Apostel Paulus tu huria Efesus, di surathon uju di bagas hurungan ibana di huta Rom di taon 62 M. Ndada songon alus ni parsualan surat on di tongos tu huria Efesus, alai songon patuduhon parbue ni ngolu partangiangon na marsigorgor do di roha ni si Paulus.    Hatihai di Efesus, torop dope halak na marsomba tu debata sileban (dewa) na margoar Artemis (Ulaon Apostel 19:35). Debata Artemis on ditanda jala dihaporseai songon debata na mangalehon parbue ni bortian (dewi kesuburan). Mansai gogo dope pangkorhon ni parsombaon tu debata Artemis on di luat Efesus. Alani i boi do gabe tarunjun nang halak Kristen di Efesus gabe mulak muse marsomba tu debata Artemis i. Asing ni i, disomba halak Efesus do nang Kesar songon tudosan ni Debata. Nuaeng on, Efesus ima sada sian luat na adong di bangso Turki, kota Selçuk, Provinsi Izmir. Read more »

Categories: HKBP Dapur dua Bolas | Tinggalkan Komentar

Bertahankah Manusia Intrik?

Adalah kenyataan bahwa sebagus apapun kita bekerja dan melakukan sesuatu, tetap saja ada orang yang tidak suka. Namun seperti ungkapan-ungkapan di film2 Barat itu, mengenai komitmen seseorang yang memilih bertahan melakukan yang baik, agaknya  saya sangat setuju dengan mereka. Kata mereka “tak ada alasan berhenti melakukan yang baik, karena mereka yang berbuat jahat pun tak henti-hentinya melakukan kejahatan mereka”. Read more »

Categories: Renungan | 4 Komentar

Belajar Dari Penderitaan!

Harus saya akui, topik ini tak mudah untuk dibahas. Menurut saya, butuh kesiapan spiritual seperti Yesus untuk dapat memahaminya; atau paling tidak spiritualitas seperti Paulus atau Rasul2 lain yang memang memiliki pengalaman mendalam mengenai penderitaan. Oleh karenanya saya tidak akan membahas topik ini secara terperinci. Hanya bagian yang ringan saja. Ya, sekedar konsumsi untuk pikiran relaks dan enteng saja. Read more »

Categories: OPINIKU | 1 Komentar

BAHAN SERMON PARHALADO HKBP TAMAN ADIYASA, RABU 24 FEBRUARI 2010

KASIH YESUS: DITERIMA ATAU DITOLAK?
(LUKAS 7:36-50)

1. Pengantar
Sebagai pengantar, paling sedikit ada 2 informasi yang kita butuhkan. Pertama informasi mengenai Injil Lukas secara umum, yang mencakup siapa penulis Injil Lukas, kepada siapa Injil ini ditujukan, apa tujuannya, dan tahun berapa dituliskan. Informasi kedua adalah mengenai konten atau muatan apa yang sedang kita bahas dalam keseluruhan pasal 7 umumnya, dan secara khusus dalam ayat 36-50.
Informasi pertama: Penulis injil ini adalah seorang bernama Lukas, yaitu seorang tabib (dokter: Kol 4:14). Sebagai seorang tabib, ia menaruh minat dan perhatian kepada manusia dari segala golongan. Injil ini pertama-tama ditujukan kepada seorang pejabat tinggi di Roma yang disapanya dengan sebutan Teofilus yang mulia (Luk 1:1). Teofilus ini rindu mendengar berita mengenai Yesus, dan Lukas menyajikan berita yang jelas dan mudah dimengerti oleh seorang yang bukan keturunan Yahudi. Oleh sebab itu, Injil ini juga dapat dengan mudah dipahami oleh orang-orang seperti kita, yang bukan keturunan Yahudi. Read more »

Categories: Renungan | 1 Komentar

Inspirasi dari DAAI TV

Jumat 12 Februari 2010 sekitar pukul 22.30, sepulang dari kebaktian keluarga, saya menyalakan televisi. Saya memilih chanel DAAI TV – sekedar ingin belajar dan menggali inspirasi mengenai makna hidup. Jujur, banyak inspirasi berharga sekaligus menyentuh kalbu yang bisa saya petik setiap kali  menonton program DAAI TV. Read more »

Categories: Sehari-hari | 2 Komentar

BAHAN SERMON PARHALADO HKBP TAMAN ADIYASA, RABU 10 FEBRUARI 2010

TUHANLAH BAGIKU GUNUNG BATU PERTAHANAN
DALAM SEGALA PEKERJAAN BAIK YANG KU KERJAKAN
(KELUARAN 18: 17-23)

1. Pengantar

Kita tentunya mengharapkan hasil terbaik dari segala pekerjaan yang kita kerjakan. Tapi kita harus sadari bahwa hasil terbaik itu tidak datang dengan sendirinya. Jika ingin hasil pekerjaan kita baik, kita harus melakukannya dengan segala kemampuan terbaik kita. Musa, tentu adalah orang yang sangat kompeten sebagai pribadi pilihan Tuhan. Dia juga memberi seluruh tenaga dan pikirannya untuk melakukan tugas kepemimpinan yang diembankan kepadanya. Tapi itu saja tidak cukup. Musa harus bersedia menerima masukan dan pendapat dari orang-orang di sekitarnya. Read more »

Categories: Renungan | Tinggalkan Komentar

Kecewa!

Berharap terlalu banyak kepada manusia, suatu saat kita akan kecewa. Berharap kepada teman dekat sekalipun, tak menjadi jaminan bahwa kita bakalan tak kecewa. Dalam perjalanan hidup, kita pasti akan merasakan kekecewaan. Lantas bagaimanakah sikap seharusnya?

Berharap tentu tak salah. Takut kecewa lalu tak memiliki pengharapan juga bukanlah tindakan benar. Dalam kaca mata iman kita yakini bahwa yang terbaik adalah berharap kepada Allah. Ia tidak akan mengecewakan kita. Tapi berharap kepada manusia juga tak dilarang. Hanya saja kita membutuhkan kesadaran dan keikhlasan untuk memahami bahwa tak semua harapan kita bisa jadi kenyataan. Terutama jangan sampai memaksa orang untuk mewujudkan harapan kita.

Kekecewaan, paling sedikit timbul dalam diri kita karena kita merasa diberlakuan tidak sesuai dengan yang menurut kita harusnya kita diberlakukan. Betapa tersiksanya seseorang jika ia yang seharusnya tidak perlu merasa kecewa, akhirnya menjadi kecewa karena kurang arif mengelola perasan. Biasanya orang seperti ini adalah orang-orang yang susah membangun pikiran positif bagi dirinya sendiri.

Adakah obat kecewa? Ada! Diri kita sendiri. Kekecewaan dalam diri kita paling memuncak biasanya terjadi saat kita dikhianati dan ditinggal pergi orang terkasih. Sadarlah segera bahwa ketika mereka mengkhianati dan meninggalkan kita, itu artinya bahwa mereka telah menunjukkan ketidak-layakan mereka sebagai orang terkasih bagi kita. Kalau begitu siapa lagi yang layak untuk kita? Banyak. Pertama, masih banyak orang yang hatinya setia dan layak menjadi orang terkasih kita. Yang penting ketulusan, kebaikan, dan nilai positif yang ada pada diri kita tetap kita pertahankan. Kedua, matahari. Selagi matahari masih setia memberi kehangatan kepada kita, itu artinya masih ada alasan untuk tidak kecewa. Ketiga, langit yang menaungi kita. Selama langit belum runtuh, selama itu pula kita berhak untuk tidak kecewa. Masih banyak lagi yang bisa kita jadikan sebagai pengobat kekecewaan kita. Selama kita mau berpikir positif, dan menyikapi segala yang terjadi dengan hati jernih, maka kekecewaan itu tidak akan pernah melumpuhkan kita.

Categories: OPINIKU | 3 Komentar

Bobot Sebenarnya Berapa?

Raja Belsyazar anak Nebukadnezar (Raja Babel), mengadakan perjamuan besar-besaran di istana kerajaan. Mereka berpesta pora dan mabuk-mabukan. Dalam keadaan mabuk, Belsyazar memerintahkan kepada anak buahnya agar perkakas emas dan perak yang dirampas dari Yerusalem (perkakas yang biasa dipakai ibadah di Bait Suci Yerusalem oleh orang Israel) digunakan sebagai wadah minuman yang memabukkan oleh raja, pembesar2, istri2 dan gundik2 mereka. Bagi mereka, tindakan itu adalah suatu kebanggaan. Tapi bagi Tuhan itu adalah suatu kebodohan karena menista Tuhan. Kebodohan seperti itu akan dibalas oleh Tuhan sendiri.

Lalu tampaklah jari tangan manusia menulis pada dinding istana. “Mene, mene, tekel ufarsin”. Raja tidak tahu arti tulisan itu, dan orang2 berkhikmad di negeri itupun tak seorangpun yang tahu. Sampai akhirnya datanglah Daniel dan mengartikannya kepada raja. Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri. Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan. Ufarsin (peres): kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia. Malam itu juga terbunuhlah Belsyazar. (Daniel 5: 1-30)

Berapa bobot anda? Bobot anda tidak selalu sesuai dengan apa yang orang lain katakan mengenai yang anda kerjakan dan anda capai. Di hadapan orang banyak, Belsyazar adalah orang yang paling disegani dan dihormati. Bobot hidupnya dianggap paling tinggi oleh banyak orang. Tapi bagi Tuhan bobot Belsyazar sebagai raja, terlalu ringan.

Demikianlah bahwa bobot anda adalah apa yang dikatakan oleh hati anda sendiri, dan apa yang dikatakan Allah mengenai apa yang anda kerjakan dan anda capai. Bobot tertinggi dari hidup orang percaya adalah melayani Kristus dengan hidup dalam kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14: 17-18).

Categories: Renungan | Tinggalkan Komentar

Hidup Yang Berharga

Hidup adalah misteri. Selama kita hidup di dunia, akan selalu ada pertanyaan2 yang belum terjawab mengenai kehidupan, yang walaupun sudah banyak pula yang telah kita ketahui.

Manusia juga adalah misteri. Banyak bagian dari diri manusia itu yang tak bisa diketahui hanya berdasarkan penglihatan dari luar saja. Pikiran, perasaan, tingkah laku, gaya bicara seseorang, tak mudah ditebak apalagi diketahui secara pasti oleh orang lain. Oleh karenanya sangat tidak baik menilai orang lain hanya dari penampilan luar saja, apalagi sampai memperlakukannya seturut dengan penilaian kita tersebut. Butuh waktu yang cukup lama dan energi yang tidak sedikit untuk mendalami, mempelajari, dan mengenali seseorang. Ibarat sungai, danau, dan laut, keindahannya tak bisa disimpulkan hanya dengan melihat permukaannya saja.

Selamilah, kenalilah lebih dalam, maka akan kita temukan bahwa hidup itu sangat berharga. Selanjutnya hargailah semua yang hidup, sehingga kita sendiripun tak lagi dikuasai oleh kepicikan. Kita akan berbahagia hidup bersama dengan yang lain.

Categories: OPINIKU | Tinggalkan Komentar

Hari Esok Punya Kesusahannya Sendiri

Dua tahun yang lalu sewaktu saya masih melayani sebagai calon pendeta di HKBP Distrik V Sumatera Timur, saya pernah mendengar tuturan pengalaman seorang pendeta senior sewaktu menderita sakit. Read more »

Categories: OPINIKU | 1 Komentar

SELAMAT TAHUN BARU

SEMANGAT BARU, HARAPAN BARU, MOTIVASI BARU. SEMAKIN MENGARAHKAN DIRI MENUJU HIDUP YANG LEBIH BAIK. TUHAN MENYERTAI KITA SELALU, SAMPAI SEPANJANG MASA.

RENUNGAN:
Matius 14: 27 b “Tenanglah! Aku ini, jangan takut”

Nats ini adalah penggalan kisah Yesus yang berjalan di atas air. Setelah para murid2 melihat Yesus melakukan mujizat memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan, mereka kembali menyaksikan kuasa Yesus yang spektakuler dengan berjalan di atas air. Kisah ini berawal saat para murid berlayar tanpa Yesus. Tiba2 saja perahu mereka diombang-ambingkan angin Sakal. Dalam keadaan terombang-ambing tersebut, mereka melihat sebuah sosok berjalan diatas air menghampiri mereka. Read more »

Categories: Renungan | 2 Komentar

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.