Berharap terlalu banyak kepada manusia, suatu saat kita akan kecewa. Berharap kepada teman dekat sekalipun, tak menjadi jaminan bahwa kita bakalan tak kecewa. Dalam perjalanan hidup, kita pasti akan merasakan kekecewaan. Lantas bagaimanakah sikap seharusnya?
Berharap tentu tak salah. Takut kecewa lalu tak memiliki pengharapan juga bukanlah tindakan benar. Dalam kaca mata iman kita yakini bahwa yang terbaik adalah berharap kepada Allah. Ia tidak akan mengecewakan kita. Tapi berharap kepada manusia juga tak dilarang. Hanya saja kita membutuhkan kesadaran dan keikhlasan untuk memahami bahwa tak semua harapan kita bisa jadi kenyataan. Terutama jangan sampai memaksa orang untuk mewujudkan harapan kita.
Kekecewaan, paling sedikit timbul dalam diri kita karena kita merasa diberlakuan tidak sesuai dengan yang menurut kita harusnya kita diberlakukan. Betapa tersiksanya seseorang jika ia yang seharusnya tidak perlu merasa kecewa, akhirnya menjadi kecewa karena kurang arif mengelola perasan. Biasanya orang seperti ini adalah orang-orang yang susah membangun pikiran positif bagi dirinya sendiri.
Adakah obat kecewa? Ada! Diri kita sendiri. Kekecewaan dalam diri kita paling memuncak biasanya terjadi saat kita dikhianati dan ditinggal pergi orang terkasih. Sadarlah segera bahwa ketika mereka mengkhianati dan meninggalkan kita, itu artinya bahwa mereka telah menunjukkan ketidak-layakan mereka sebagai orang terkasih bagi kita. Kalau begitu siapa lagi yang layak untuk kita? Banyak. Pertama, masih banyak orang yang hatinya setia dan layak menjadi orang terkasih kita. Yang penting ketulusan, kebaikan, dan nilai positif yang ada pada diri kita tetap kita pertahankan. Kedua, matahari. Selagi matahari masih setia memberi kehangatan kepada kita, itu artinya masih ada alasan untuk tidak kecewa. Ketiga, langit yang menaungi kita. Selama langit belum runtuh, selama itu pula kita berhak untuk tidak kecewa. Masih banyak lagi yang bisa kita jadikan sebagai pengobat kekecewaan kita. Selama kita mau berpikir positif, dan menyikapi segala yang terjadi dengan hati jernih, maka kekecewaan itu tidak akan pernah melumpuhkan kita.